Satgas FRIC, Fahmi Hendri, Himbau Sukseskan Gerakan Ayah Teladan Indonesia Serentak di Indonesia

0
IMG-20251216-WA0033

jurnalisis.com, Jambi — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengeluarkan Himbauan bagi anak-anak sekolah yang masih memiliki wali seorang ayah.

Menurut Fahmi Hendri ketua Satgas Fast Respon Indonesia Center(FRIC_red) “Hal ini sangat inovatif secara phisikologis bagi anak maupun berbangsa dan bernegara.Sekaligus untuk memperkuat peran ayah dalam sebuah keluarga,terkhususnya dalam pendidikan anak.”

Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) anak di sekolah.

Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh pejabat pemerintah daerah, instansi pendidikan, serta masyarakat luas agar ayah hadir secara langsung saat pengambilan rapor putra-putrinya dibulan Desember tahun 2025 ini.

Data nasional menunjukkan sekitar 25,8 persen keluarga di Indonesia mengalami minimnya peran ayah, yang berdampak serius pada perkembangan anak, mulai dari hasil akademik menurun hingga perilaku berisiko yang bisa menjurus pada tindak pidana maupun meresahkan Kamtibmas.

“Kami dari FRIC sangat mendukung Gerakan ayah mengambil rapor anak ini di sekolah.yang posistifnya bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak, bukan sekadar administrasi semata.” Ungkap Fahmi Hendri.

“Kemudian, memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak, yang dinilai berdampak positif pada motivasi belajar dan perkembangan psikososial anak.Serta mengatasi fenomena “fatherless” atau kurangnya kehadiran figur ayah di keluarga yang dianggap berdampak pada perkembangan anak dan remaja.” Terang Fahmi.

Menurut Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd menuturkan “pemerintah memandang perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan pelibatan ayah di ranah pendidikan.”

“Kehadiran ayah pada momen penting semacam pengambilan rapor diharapkan tercipta kedekatan emosional tersebut. Kedekatan emosional ini berpengaruh secara positif pada anak.” Ungkap Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

“Pengaruh positif dimaksud adalah rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak menjalai proses belajar.
Gerakan ini terus disosialisasikan, SE ini telah dikirim ke gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia sebagai dasar dasar pelaksanaan di daerah.” Lanjut Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

“Dalam SE juga diimbau agar perusahaan, organisasi, maupun instansi pemerintah memberi dispensasi izin (misalnya keterlambatan masuk kerja) kepada ayah yang datang mengambil rapor sesuai jadwal.” Tutup Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

“Melalui Gerakan ini menjadi bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)ini, FRIC sangat support inisiatif nasional yang bertujuan mendorong ayah berperan aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Gerakan ayah mengambil rapor diharapkan juga sebagai investasi sosial jangka panjang dalam hal membangun keluarga yang berkualitas”.tutup Fahmi Ketua Satgas FRIC Counter Opinion POLRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *